Sunday, September 3, 2006

Paman Sam Mencari Visa


Saya berada di London Selasa lalu sebenarnya dalam misi tersendiri. Yaitu interview untuk aplikasi visa di Amerika. Saya ini biar ngakunya backpacker ternyata belum sekalipun merambah negeri Paman Sam. Entahlah, antara ngg pengen dan ngg minat. Jadilah ketika saya diharuskan cari visa, saya gedubrakan nyari informasi untuk aplikasi.

Tidak banyak catatan online yang dibuat orang Indonesia tentang visa Amerika (heran juga ya…) bahkan akhirnya saya dapat banyak petunjuk dari situs US Embassy di Indonesia ketimbang disini. Proses aplikasinya sendiri diawali awal bulan Agustus lalu dengan menelepon kantor kedutaan mereka disini 09042-450-100 untuk mendapatkan tanggal appointment. Untuk telepon taripnya agak mahal, sekitar 1.2 pounds per menit. Tapi saya salut karena begitu saya dial langsung tersambung dengan staf kedutaan, bukannya dengan mesin penjawab plus petunjuk menekan nomor2 tertentu.

Dalam waktu dibawah 10 menit saya mendapat waktu appointment pada hari Selasa 29 Agt 2006 pukul 12:45. Saya juga harus mengisi form DS-156 secara online dan print untuk mendapatkan bar code yang tertera di form aplikasi (bisa didapatkan di situs US Embassy di UK). Oh ya untuk form ini tidak bisa disimpan walau dalam bentuk .pdf. Memang sengaja didesain untuk diisi dan diprint saja untuk submit mendapatkan nomor referensi secara online. Dua hari kemudian datang surat konfirmasi appointment berikut referensi dan slip pembayaran fee visa. Besarnya US100 Dollars atau 63pounds. Pembayaran dilakukan di Barclays Bank dimanapun kita tinggal, kita hanya diminta slip warna merah sebagai bukti pembayaran. Hiks …mahal juga ya.

Lantas foto untuk visa 2'x2' lengkap dengan jarak kepala dan badan saya dapatkan dari foto studio di Weymouth sini. Saya nyesel juga karena ngabisin 20 ponds untuk empat foto (wa…nyesek dah). Padahal untuk bikin foto passport kayak gitu bukan pekerjaan yang berat. Lah ternyata pake Sotosop boleh kok, kirain harus foto original. Pelajaran hemat no 1: bikin foto sendiri pake kamera digital trus main di sotosop dengan background putih. Gampang kan ! Tinggal print di printer rumah.

Saya juga harus mempersiapkan surat-surat pendukung seperti keuangan (bank statement, credit card ststement). Karena kebanyakan rekening saya online, akhirnya saya cuma ngeprint saja ngg pake cap2an bank. Sedang surat undangan dari kontak di Amerika penting sekali menunjukkan niatan kita kesana. Tambahan surat2 lain seperti surat nikah dan bukti rumah (bayar pajak PBB atau counsil) perlu dilampirkan sebagai bukti kita pasti balik ke sini dan ngg akan tinggal selamanya di USA.

Passport yang diminta adalah yang berlaku minimum 6 bulan dan machine readable. Artinya passport yang dibuat dengan kode bar jejeran nomor2 aneh dibawah ID kita. Karena passport saya yang lama hasil kerajinan tangan staf KBRI di London maka mau tidak mau saya harus cari passport baru di Indonesia sekitar 4 bulan lalu. Itupun harus bersitegang dengan pegawai imigrasi di Madiun karena ngotot passport saya masih berlaku dua tahun lagi.

Tambahan lain apa ya…oh JANGAN pesan tiket sebelum interview karena itu ngg menjamin kita dapet visa. Hal ini juga dianjurkan oleh pihak kedutaan Amerika terutama karena orang Indonesia (biasanya) makan waktu agak lama dan ngg tentu sukses.

Saya sempet was-was karena dua minggu lalu terbongkar upaya meledakkan pesawat trans atlantik dari bandara di London. Konsekuensinya : mungkin pihak US akan memperketat sekuriti dan mempertimbangkan ‘potensial’ terorris macam saya ini. Di situs US Embassy memang diminta untuk tidak membawa barang cair baik minuman, produk kosmetika dan elektronik untuk memasuki gedung kedutaan. Untuk yang terakhir ini saya ngg mau main2 makanya saya tinggalkan kamera tercinta. Sedang hp biarpun ada kamera 2megpix saya memilih jadi anak baik. No pictures please !

We strongly advise that you do not bring large bags, such as backpacks, suitcases or packages to the interview. Liquids of any kind either in bottles, cartons or cups will not be allowed in the building. Applicants who do not follow these instructions will experience considerable delays at the security check point which could result in the interview being cancelled.

Dari Weymouth saya diantar hingga ke Basingstoke Train Stasiun. Dari radio di mobil ternyata hari itu sedang ada pemogokan karyawan South West Train –kereta yang bakal saya pakai. Duh panik juga, kalau terpaksa saya harus dianter sampe London. Tapi saya milih coba dulu beli tiket, Saya dapat informasi bahwa jalur ke London masih ada. Akhirnya pukul 0826 pagi saya numpak sepur menuju Waterloo Train Station. Hanya butuh sekitar satu jam nyampe juga di stasiun kereta internasional ini (yang jadi satu dengan Eurostar - kereta bawah laut UK-Perancis).

Segera saya beli tiket Tube Zone 1 and 2 untuk sehari 4.90pound yang bisa dipake sekenyangnya (ini pelajaran hemat no 2) . Entahlah saya lebih suka naik kereta daripada bis di London. Rasanya lebih enjoy. He he he maklum saya ini anggota klub an-ker (anak kereta) !

Cerita selanjutnya : antre di dalam dan diluar kedutaan plus interview !

Tiket Basingstoke - Waterloo one way 14.50 pounds
Ngopi latte 2.45 pounds



Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home