Sunday, December 11, 2005

Lereng Merapi : tentang pria pendamping

Selepas acara di Yogya saya sempatkan jalan-jalan di kaki Merapi. Tadinya saya ingin menyusuri kali Boyong untuk melihat aliran lava Merapi ketika meletus 1994 lalu. Rute hingga Tempuran lantas turun lewat Plawangan hingga Kaliurang. Dari sini untuk melihat proses Merapi menyembuhkan diri dari awan panas dan gempuran lahar. Sebelumnya saya dengan sang pria pendamping Merapi Irfan napak tilas di beberapa rute yang bertahun-tahun tidak saya injak lagi. Sebelumnya saya diajaknya bertemu dengan mbah Maridjan tokoh legendaris Merapi itu. Walau singkat saya merasakan kehangatan masyarakat Merapi. Seperti dulu.

Merapi ternyata nampak hijau kembali. Bekas bukit gundul Turgo sekarang ditumbuhi ilalang dan pepohonan. Lapisan lumut sebagai tanda kehidupan pertama menciptakan karpet putih yang unik. Jika diangkat akan nampak lapisan tanah dibawahnya, menciptakan humus yang subur untuk ditanami apapun. Bekas aliran lahar nampak jelas di sudut kali Boyong yang membentur dinding tebing lantas membelok. Sederetan karung2 berisi pasir yang ditambang penduduk setempat tergeletak disana sini. Rupanya penambangan pasir masih menjadi mata pencaharian sambilan penduduk. Hujan bulan Desember membuat udara makin humid. Beberapa tempat jadi licin, kami kesulitan menemukan jalur turun menyusuri kali Boyong.

Untuk jalan2 kedua kalinya ke kali Kuning. Kali ini kami bersama geologist dan ahli pemetaan. Mereka diajak jalan menyusuri pedesaan Merapi dan beberapa site menarik tentang lapisan batuan didalamnya. Saya juga meminta mereka menentukan grading untuk short walking ini. Dilihat dari tingkat kesulitan, lama perjalanan, hal2 yang menarik selama jalan dan juga kondisi lapangan.


merapi2
Originally uploaded by ambar_briastuti.
Sangat banyak hal untuk meningkatkan kualitas trekking tour di Merapi. Salah satunya adalah dengan informasi rute dan grading. Rute sangat penting bagi trekker untuk menentukan gradient naik turunnya medan. Rute bisa berupa peta sederhana plus POI. Sedang grading adalah untuk mengukur kemampuan individu dalam melakukan trekking. Hal seperti ini sangat jarang diberikan oleh trekking operator Indonesia. Contoh grading : easy, moderate, atau difficult ; bisa juga dengan grade 1 hingga 5 dengan penjelasannya.

Satu hal lagi adalah perlunya meningkatkan pengetahuan guide trekking. Saat ini guide ibarat hanya penunjuk jalan. Padahal fungsi guide adalah seorang yang bisa memberikan informasi berguna tentang alam dan lingkungan. Pengetahuan seperti nama tanaman dan binatang, kehidupan penduduk lokal, basic geology dan tak lupa pengetahuan dasar navigasi. Untuk menjadi pria pendamping itu bukan perkara mudah.

Labels: ,

3 Comments:

At December 11, 2005 at 2:14 PM , Anonymous Hany said...

Aih, pengennya aku ke sana. Wedhus gembelnya masih suka muncuk gak, Mbar?

 
At December 12, 2005 at 12:45 AM , Anonymous Tina said...

keren banget Mbar.. kapan2 kita naik gunung bareng ya..

Btw, sinterklasnya kan kamu, mbar.. hehe..

 
At December 12, 2005 at 12:54 AM , Anonymous Anonymous said...

wow! suka petualangan rupanya ya mbak?
menikmati belahanbumiNYA yg lain...:)

makasih wes mampir2 lagi:)
--umminida

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home