Thursday, September 1, 2005

The Maid : Bumbu Mistis Ramuan Asia




Untuk membuat debut international rasanya sutradara Singapura Kelvin Tong ini percaya ramuan horror dan mistis. Saya agak pesimis ketika membaca proyek ambisius yang memakan dana terbesar (SGD 1.5m) bisa mengetuk pintu industri Hollywood. Maka saya nonton juga film ini.

The Maid berawal dari seorang pekerja domestik muda dari Philippine bernama Rosa Dimaano -dimainkan dengan sangat apik oleh artis Alessandra de Rosi untuk bekerja pada keluarga Teo. Sebuah keluarga sederhana Singapura yang menggantungkan hidup dari seni pertunjukkan teater Cina. Keluarga Teo mempunyai anak laki-laki Ah Soon yang mengalami cacat mental.

Rosa mengawali pekerjaaannya tepat di hari pertama pada bulan ketujuh (Seventh Month) kalender Cina yang dipercaya sebagai bulan dibukanya pintu neraka. Hantu-hantu akan keluar dan mengganggu manusia. Untuk selamat di bulan itu banyak sekali pantangan. Jangan berjalan di malam hari, jangan menjawab jika seseorang menyapa, dan jangan berbicara dengan orang tak dikenal. Bagi Rosa semua ini adalah cerita untuk menakut-nakutinya.

Keadaan kemudian berubah ketika ia mulai melihat hantu yang berkeliaran di rumah, di jalan, dimanapun ia berada. Hanya kemauan untuk bertahanlah yang membuat ia tetap bekerja untuk keluarga Teo.

Saya menonton sendirian -sebuah keputusan yang salah. Iya..karena sungguh film ini horror betulan (ah mana ada horror ngga betulan !). Apalagi saya nonton di Eng Wah Digital Cinema dengan sound system yang garang itu. Dari sisi cerita tidak ada sesuatu yang baru. Mungkin karena saya jenuh dengan cerita berbau klenik ala Indonesia. Yang saya nikmati di film ini adalah cara bertutur yang menarik. Sedikit membosankan di depan tapi visualisasi cerita yang boleh dikata lumayan. Patut diacungi jempol adalah sinematography dan art direction yang mengesankan. Film ini juga lebih mengesplorasi visual dan sound ketimbang dialog yang berbusa-busa. Ini yang agak melemahkan karakter didalamnya. Terkecuali Benny Soh sebagai Ah Soon yang lebih berakting dengan gerak. Ia tampil sangat menawan apalagi ini adalah film pertamanya.

The Maid adalah film Singapura yang pertama saya tonton. Oh dan mereka mengklaimnya sebagai produk asli Singapura. Kabar terakhir film ini akan di bawa ke pasar Amerika bulan November ini. Hmm kita liat apakah Hollywood suka klenik....

2 Comments:

At September 3, 2005 at 3:47 AM , Anonymous Anonymous said...

wah makasih ya mbak utk resensinya. aku penasaran, kayak mana siy pelemnya, kok kayaknya heboh tenan di sini. aku udah baca resensi englishnya tp kan englishku kacaw, jd gak asik bacanya :D
trus, horornya gimana siy mbak? xixixi, penasaran tapi gak mao nonton...tatuuutt gituuh...:D

annidalucu.blogspot

 
At September 3, 2005 at 1:29 PM , Anonymous widie said...

Seruuu..bener tuh baca ceritanya...thanks atas ceritanya kl ngga mampir kesini aku ngga tau tuh soal begituan hehe...
Ayo..ayo..apalagi neh..ditunggu yah..

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home