Monday, June 13, 2005

Three things that Singaporean obsessed about

Sekitar tiga bulan hidup di negara ini muncul sebuah kesimpulan tentang gaya hidup warga S'pore yang menurut aku rada ridicilious (atau lebih tepatnya "obsessed"). Rangkuman ini hasil dari ngobrol dengan pengamat Singapura terkenal Jeng Hany.

[1] How to be "white"
Putih ini adalah artian harfiah : bagaimana menjadikan kulit seputih salju.
Survey menunjukkan peningkatan produk dan jasa spa yang menawarkan upaya whitening di negara Asia. Gejala psikologi lainnya adalah pemujaan terhadap produk orang kulit putih. Anything from foreign is the best. Dan cita2 untuk menjadi negara maju ala Western sebagai tujuan akhir.

[2] How to be slim
Ini nggak cuma problem cewek. Semua orang. Beberapa waktu lalu The Straits Times koran berbahasa Inggris di S'pore membuat headline tentang perbedaan Body Mass Index BMI orang Asia dengan Caucasian. Sebuah gegap gempita yang menjadi bahan tertawaan saya. Klo anda berjalan di Orchard Rd cobalah anda hitung berapa orang yang menurut anda overweight. Mungkin hanya 2 hingga 5 orang saja. Lainnya adalah cewek2 dengan body sangat-sangat tipis. Tapi jika anda di negara Inggris, angka ini bisa jadi sekitar 10 hingga 15. Hitungan ini juga termasuk anak-anak. Ingin tahu apakah anda overweight berdasar BMI ?

[3] How to be rich
Sepertinya ini memang konsekuensi kapitalism. Tercatat Singapore adalah negara terkaya kedua seAsia setelah Jepang. Dengan GDP $24,389 Singapore menikmati posisi strategisnya. Ketika The Straits Times minggu lalu memuat artikel bahwa tentang jumlah orang Singapore yang mempunyai $1 million, maka makin jelaslah obesesi ini. Mau tahu skalanya. Dari berapa mobil mewah yang seliweran di jalanan. Payah..

Labels:

6 Comments:

At June 13, 2005 at 5:54 PM , Anonymous Hany said...

wesss.. pengamatan yang sungguh mengena. hehhee.... itu toh inti obrolan kita kmaren.

 
At June 13, 2005 at 7:06 PM , Anonymous doeljoni said...

udah menggejala dimana-mana hehehe...
yg gak bisa memenuhi hal-hal tsb di anggap orang gagal...

kasihan ya ...

 
At June 13, 2005 at 7:58 PM , Anonymous sisil said...

Kalo how to be white, di Indo juga begitu. Di Bangkok juga begitu. Sepertinya most Asian girls (and some guys) are obsessed in 'fairness'.

How to be slim... di Indo juga udah mulai ada gejala2 menuju kesana, liat aja betapa banyaknya slimming centers yang buka, juga fitness centers (think celebrity fitness). Bedanya di Singapore the government endorsed this slimness as well, although for health reasons - notice even di bungkus roti tawar ada advertorial mengenai BMI & how to eat right.

How to be rich? Sangat amat terasa juga di Indo, especially di Jakarta. Mobil mewah? Pabalatak di jalan-jalan... hehehe

Jadi menurut saya tiga hal di atas adalah sebagian dari gejala developed Asian countries. Karena Singapore adalah one of the most developed, maka gejala-gejala tadi sangat pronounced.

 
At June 13, 2005 at 11:22 PM , Anonymous sa said...

hehe.. yg how to be white. iu ngindonesiah sekali. produk yg dipake pun keluaran ngeropah. haduh.. saya pulang mau merasakan produk dalam negri, ko malah dikasih yg ngeropah. :D

pakabar hari ini, mbar?
secara keseluruhan, apakah singapore menyenangkan? :)

 
At June 21, 2005 at 6:48 PM , Anonymous --ambar-- said...

debat seru selengkapnya disini http://indosingmums.blogsome.com/

 
At July 24, 2005 at 7:50 AM , Anonymous Arief said...

confirm: betul sekali !!!!
he he he
hidup singaporean !! ^_^

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home